Rabu, 19 Februari 2014

Minggu Kedua di Tanah Papua

Minggu kedua PKL. Hanya satu kata yang dapat menggambarkannya dengan tepat. Amazing. Gue mendapat limapahan pengalaman yang belum tentu sepadan kalo gue berada di belahan bumi lain saat ini. Secara garis besar gue suka iklim di lingkungan kerja ini. Walaupun gue akui gue bukan orang yang supel, penuh rasa percaya diri pada pertemuan pertama, atau mudah berinteraksi dengan lawan jenis. Pada dasarnya gue tetap dapat melalui hari-hari gue dengan baik.


Gue bersyukur punya manajer yang super. Dia mentor sekaligus penghibur yang baik. Kalian ga akan percaya berapa usianya dengan bagaimana cara dia memperlakukan gue. Maksud gue, yaaa, dia seorang kepala tiga dengan jiwa muda. Orangnya ceria. Gue bisa ketawa dan gila-gilaan bareng dia. Dan dia tidak meremehkan gue yang masih sangat hijau. Sedikit banyak kemudahan maupun kenyamanan gue karena peran dia.

Kalo pekerjaan pada dasarnya mahasiswa yang PKL ga pernah dikasi kerjaan melebihi batas kemampuan. Kami memang ngejar nilai tapi di lapangan kan kami cari pengalaman. Mentor maupun rekan-rekan di kantor bukan dosen yang tiba-tiba ngasih kuis dadakan atau ngasih tugas yang kadang ga masuk akal dari segi jadwal (meskipun gue tetap merasa bahagia kuliah di Diploma, catet). Kalo pas kuliah, tugasnya luar biasa banyak dan waktunya luar biasa sempit. Kalo pak PKL waktu buat ngerjain sesuatu masih bisa kehandle dengan baik. Meskipun mungkin tadi gue agak keteteran karena artikel yang harus diketik banyak, ah itu kan cuma ngetik. Gue ga harus turun ke lapangan buat mengolah data. Jadi, ga perlu dikeluhkan.

Keadaan gue secara keseluruhan oke-oke aja. Gue agak heran kenapa gue sulit merasa bugar di sini. Okelah, PKL di Freeport (atau bahkan kerja) itu enak. Kalian dapat tempat tinggal yang layak, makan tiga kali sehari dengan porsi sepuasnya, fasilitas kesehatan gratis, tempat ibadah dan mck lebih dari memadai, transportasi yang lebih bagus daripada yang disediakan pemerintah manapun di seluruh kota di Indonesia... apa lagi ya? Lu cuma butuh tekad, semangat, disiplin tinggi, dan kreativitas serta kesadaran atas keselamatan pribadi buat menikmati kehidupan di sini. Sayangnya ya itu tadi, gue merasa drop terus. Gue ga percaya ini karena homesick. Karena ini pilihan gue buat PKL jauh, terus masak gue jadi sakit karena jauh dari rumah? Bodoh namanya. Minggu lalu gue ga keluar kamar lebih dari 48 jam selama weekend karena sakit kepala ga ilang-ilang plus tubuh yang kayak melayang. Tiap hari gue minum vitamin C, jeniper, tolak angin, dan neuralgad. Yang gue sebut terakhir adalah obat andalan dari rumah sakit militer ketika kalian KO. Gue berharap besok-besok ga minum obat lagi. Kasian ini badan.

Karena dari 23 ribu karyawan kurang dari 14% adalah perempuan, kalian bisa bayangkan betapa gue sangat banyak berinteraksi dengan kaum adam. Bahkan baru hari ini departemen gue kedatangan perempuan (selain gue). Rekan-rekan departemen gue baik meskipun mereka punya kesibukan sendiri-sendiri jadi kadangkala ruangan departemen gue sepi.


Di sini gue berkarya di Departemen Corporate Communication. Lebih akrab disebut Public Relation atau Humas. Gue bekerja di dua desk/bagian/section/apalah sebutannya yang kalian suka yaitu media monitoring dan visitor relation. Media monitoring adalah kegiatan memonitor media. Gampangnya, baca koran dan situs berita online. Kita cari berita tentang perusahaan tempat kita kerja. Klasifikasinya adalah berita positif, negatif, atau netral. Bisa juga berita tentang perusahaan pesaing atau daerah yang menjadi basis keberadaan perusahaan tersebut.

Contoh, gue berkantor di Timika, Papua. Gue ga cuma mantau pemberitaan media mengenai perusahaan. Gue juga memantau peristiwa besar di seantero Timika. Misal, pemilukada putaran kedua yang masih mentok dalam pencairan dana dan penentuan tanggalnya. Atau perang antarsuku yang udah jadi makanan sehari-hari sekaligus budaya di sini. Gausah heran kalo kalian liat ada orang bawa parang kelewat panjang atau busur panah di pinggir jalan. Ya itu kebiasaan mereka kok. Beritanya gue ketik atau foto terus gue bikin ringkasannya beserta pemberitaan terkait yang ada di media lain. Lantas gue kirim ke Jakarta untuk dikumpulkan di kantor pusat sebagai pemberitaan media tentang perusahaan per harinya. Berita itu didistribusikan baik di website perusahaan maupun ke surel para petinggi.
Kunjungan Dubes Korsel.
Foto atas saat melakukan induksi.
Foto bawah saat berkunjung ke Institut Pertambangan Nemangkawi.

Miniatur di wilayah tambang.

Perlengkapan keselamatan di area tambang.

Informasi di dinding.

Foto atas merupakan simulasi mengendarai di daerah tambang.
Foto bawah merupakan siswa Institut Pertambangan Nemangkawi yang melaksanakan praktik.

Institut Pertambangan Nemangkawi

Kemarin hari pertama gue menjajal pengalaman sebagai visitor relation. Gue turun ke lapangan, ikut menyambut kehadiran Dubes Korsel untuk Indonesia. Gue ga memandu karena bukan sesuai kapasitas sekaligus kemampuan (ya, gue patah-patah dalam Bahasa Inggris dan bisu dalam Bahasa Korea. Meskipun mereka sempat interaksi dengan gue dan sedikit-sedikit gue sautin. Mungkin mereka heran kenapa ada anak-anak dalam rombongan. Gue kebagian tugas mendokumentasikan karena yang bertugas di bagian dokumentasi sedang meliput hal lain. Asik juga. Gue jadi punya pengalaman, sedikit keberanian, sekaligus gambaran ooh gini ya orang yang datang ke perusahaan entah untuk urusan apa. Karena Freeport punya SOP yang ketat, tiap tamu yang datang harus diinduksi. Mereka dikasi tau peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Misal, di area tertentu (karena ini perusahaan tambang) kita pake helm bla bla. Pas meliput pun gue pake helm tapi ga sempat selfie karena buru-buru dan ribet sama kamera sendiri.

Siang harinya gue kerja lagi di bagian media monitoring. Tapi diubah dikit namanya jadi media relation. Gue dan mentor pergi ke Bandara Mozes Kilangin buat bahas ke pihak bandara soal PH dari Inggris mau ambil gambar demi bikin company profile salah satu maskapai. Apa hubungannya sama Freeport ya karena bandaranya dibangun Freeport. Tapi hari ini gue ga ikut liputan (kalo ikut, gue kerja dari jam setengah lima pagi).

Gue kangen ga sama Bogor? IYA. Gue kangen sama rumah, me time gue di kamar, teman-teman, sahabat, dan.... if you know what i mean. Kangen gue bertumpuk tiap pagi, ingatan itu menghibur hingga siang hari, dan waktu malam gue berharap hari-hari berjalan makin cepat. Gue suka di sini tapi gue pun merindukan yang di sana. Tapi gue menikmati apa yang gue kerjakan di sini dan gue ga manja buat bilang betapa sulitnya jauh dari hal-hal yang gue rindukan.


Semua foto dokumentasi pribadi. Gue belum sempat ambil banyak. Sebetulnya gue punya hampir 200 foto tapi jaringan internet di pulau ini tidak memungkinkan gue untuk bersabar. Mungkin lebih banyak dan detail lagi di postingan berikutnya. 

15 komentar:

  1. mbak, kalau boleh tahu, bagaimana cara pengajuan kp ke sana ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. umumnya perusahaan itu nerima proposal. ini juga tergantung kebijakan kampus kamu. waktu itu di jurusanku tidak ada kewajiban membuat proposal hanya saja beberapa perusahaan yg menjadi tujuan pkl aku dan sebagian teman meminta proposal. di proposal itu jelasin aja apa alasan kamu mau pkl di sana, apa benefit yg didapat perusahaan dan kampus. terus paling perjanjiannya kamu kalo nulis tugas akhir/skripsi/porto nanti salinannya dikirim ke perusahaan. tapi dari awal jelasin kebutuhan kamu misal pkl berapa lama, kamu mempelajari apa di kampus jadi nanti dikasi tugas yg sesuai sama perusahaan. semoga membantu ya. maaf lama balesnya hehe

      Hapus
  2. mba, kalau boleh tau cara nya mengirim kesana itu lewat email kah atau lewat pos ?
    dan mba mungkin ada nomor orang feeport nya kah buat mau tau cara birokrasinya dalam pengajuan pkl disana mba ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lewat pos. Posnya alamat kantor PTFI yang di Jakarta. Cek di sini http://ptfi.co.id/id/career/internship-program

      Hapus
  3. Mbak saya mau tanya masalah surat pengajuan KP dari kampus ke pihak ptfi, itu dikirim via email atau barengan sama berkas yg kita kirim ke pos ya mbak?
    Makasih banyak mbak

    BalasHapus
  4. Mbak saya mau nanya masalah surat pengajuan yg dikirim melalui kampus, itu kampus ngirim via email atau kirim pos juga mbak?
    Makasih seblumnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu D3 dulu sih kebanyakan mahasiswa antar langsung. Tergantung perusahaan itu mintanya apa, mau kirim pos apa email.

      Hapus
  5. assalamualaikum kaa, aku mau nanyaa nii,apakah kaka waktu itu KP di sana harus benar2 bisa berbahasa inggris. dan satu lagi alamat untuk mengirim data2 Kp kan ada yg dijakarta dan papua, apakah kalo saya kirim yg alamat jakarta itu sama saja atau berbeda yaa ka. mohon jawaban dari kaka. terima kasih sebelumnya , salam sukses

    BalasHapus
  6. assalamualaikum ka linda aku mau nanya, apakah ka linda waktu KP di sana benar2 harus jago berbahasa inggris? dan di web alamat itu kan ada 2 tempat dijakarta dan dipapua , apakah jika saya kirm data2 KP saya ke jakarta itu sama saja atau berbeda. terima kasih sebelumnya. mohon jawabannya dan salam sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pake bahasa indonesia, kadang kalo mau rapat mingguan gitu ngasi laporan di ppt pake bahasa inggris ya patah patah gapapalah hahaha namanya juga belajar. Atasan aku baik semua jadi aku sih santai aja. Aku kirim ke jakarta abis kalo ke papua kata mereka kasian mahal biaya posnya.

      Hapus
  7. Kak saya mau tanya kalo KP di freeport itu mita xapet fasilitas nya apa aja? Termasuk dpt uang saku atau engga hehe terimakasih kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu uang saku 500ribu per bulan, asrama, makan tiga kali sehari, berobat juga gratis. Eh akomodasi pesawat sih cuma ga aku pake karena aku dibelikan tiket sama orangtua. Asramanya deket bandara, kalo ke kantor ada bus perusahaan.

      Hapus
  8. Kak mau tanya kalo KP di freeport itu kita dpt fasilitas mess dll nya engga kak. Terimakasih

    BalasHapus